Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

8 Feb 2011

SHARING FOLDER SAMBA di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3

SHARING FOLDER SAMBA di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3



Melakukan share di Windows XP mungkin cukup mudah, hanya tinggal klik kanan – properties – share, tapi bagaimana share folder di Linux ? Dan bagaimana jika kita ingin setiap share folder tersebut diakses hanya 1 komputer saja ? Tutorial ini menjelaskan tahap-tahap share folder dengan menggunakan SAMBA di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3


Install paket samba terlebih dahulu dengan perintah ( pastikan DVD Instalasi sudah di dalam DVD-Drive )
# zypper in samba



30 Jan 2011

Konfigurasi DNS Server + LDAP Support di SLES 11 SP1/OpenSUSE 11.3

KONFIGURASI DNS + LDAP SUPPORT di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3

Nah, tutorial kali ini gw menjelaskan bagaimana langkah-langkah konfigurasi untuk DNS server menggunakan LDAP Support, jadi DNS Server menyimpan Zone dan lain-lain nya ke dalam repository LDAP Server sehingga menjadi sistem tersentralisasi hehehe, pastikan sudah melakukan langkah-langkah pada tutorial ini :
Pastikan tutorial LDAP Server sudah di lakukan dan berfungsi dengan baik, (note : jika sudah ada beberapa Zone dalam DNS Server dan ingin mengaktifkan LDAP Support, konfigurasi Zone akan kosong maka harus melakukan konfigurasi Zone ulang untuk menyimpan ke dalam LDAP Server)



  • Jalankan YaST – DNS Server, lalu ceklist LDAP Support Active supaya DNS Server menyimpan informasi-informasi zone ke dalam LDAP Server


  • Jika muncul window untuk meminta izin menginstal paket yang dibutuhkan, klik Install

 
  • Jika muncul window meminta password LDAP Server, isikan kemudian klik OK



  • Kemudian jalankan YaST – DNS Server, kemudian klik Zones lalu ikuti langkah-langkah konfigurasi DNS Server pada tutorial ini,  kemudian buka YaST – LDAP Browser seharusnya akan muncul hirarki ou=DNS dan terlihat informasi-informasi Zone yang sudah di buat. Untuk mengecek DNS Server sudah berfungsi dengan LDAP Support, restart service ldap ( # rcldap restart ) dan service named ( # rcnamed restart ) lalu gunakan perintah nslookup.
simpel dan tidak terlalu susah, kan ?  selama paham setiap langkah-langkahnya pada konfigurasi DNS dan LDAP :D . untuk versi PDF nya bisa didownload disini

29 Jan 2011

KONFIGURASI LDAP SERVER di SLES 11 SP 1/OPENSUSE 11.3 : LDAP Client

KOFIGURASI LDAP CLIENT

LDAP Client berfungsi untuk mendaftarkan klien/PC ke LDAP Server supaya klien/PC tersebut mendapat hak akses untuk membuka LDAP Server, menambah, mengurangi, merubah isi dari LDAP Server


  • Buka YaST, kemudian klik LDAP Client

KONFIGURASI LDAP SERVER di SLES 11 SP 1/OPENSUSE 11.3 : LDAP Server

KONFIGURASI LDAP SERVER di SLES 11 SP 1/OPENSUSE 11.3

The Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) (pronounced /ˈɛldæp/) is an application protocol for reading and editing directories over an IP network. A directory in this sense is an organized set of records: for example, a telephone directory is an alphabetical list of persons and organizations with an address and phone number in each "record" wikipedia

“apa fungsi LDAP ?” sebagian uda di jelaskan kutipan dari wikipedia, seperti buku yang menyimpan seluruh informasi-informasi user yang terdaftar. LDAP ini bisa kita gunakan sebagai back-end autentication untuk SAMBA, Login user, DNS, FTP dan lain-lain

Tutor ini menjelaskan bagaimana cara konfigurasi LDAP Server di SLES 11 SP1/OpenSUSE 11.3

KONFIGURURASI LDAP SERVER



27 Jan 2011

KONFIGURASI DNS SERVER di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3

KONFIGURASI DNS SERVER di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3

Tutorial kali ini menjelaskan tentang konfigurasi DNS Server di SLES,
( untuk yang belom mengerti konfigurasi IP Address di SLES bisa di buka disini )

“apa fungsi DNS server ?” singkatnya fungsi dari DNS server kaya kamus bahasa :D. DNS server menerjemahkan nama/FQDN (Fully Qualified Domain Name) menjadi IP Address dan sebaliknya. Bayangkan kita browsing internet tapi menggunakan IP Address untuk mengakses facebook, yahoo, dan gmail ( gw yakin pada engga hapal semua IP address nya ., :D)

Fungsi DNS server inilah yang memudahkan kita mengakses web dengan nama domain. Nah, sekarang gw akan menjelaskan bagaimana konfigurasi dasar DNS Server menggunakan SLES, tutor ini juga dapat diterapkan di OpenSUSE 11.2/11.3 karena konfigurasi ini menggunakan YaST.



























KONFIGURASI IP ADDRESS di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3

KONFIGURASI IP ADDRESS di SLES 11 SP1/OPENSUSE 11.3

“Apa fungsi dari IP address ?” sepertinya sebuah pertanyaan yang ga perlu gw jawab yah, gw yakin dasar jaringan udah pada mengerti semua J, tutorial ini menjelaskan proses konfigurasi IP address dimana tutorial ini akan jadi dasar untuk gw membuat tutorial baru kedepannya

FYI, tutorial ini ( gw tau tutor konfigurasi IP addres itu cupu banget :D ) dan kedepannya gw akan menggunakan sistem operasi Linux dengan distro OpenSUSE/SLES yang uda gw pelajari dari gw masih SMK :D.



























12 Mei 2010

Konfigurasi Static Route menggunakan Cisco Packet Tracer


Topologi routing biasa ? memang betul ! hanya saja kali ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya.
posting tentang routing kali ini saya akan menggunakan kabel serial untuk menghubungkan 3 router tersebut karena pada real world-nya menghubungkan antar router memang menggunakan kabel serial, bukan kabel UTP cross. tapi posting ini pun akan menjelaskan bagaimana menambahkan modul interface pada router CISCO menggunakan Packet Tracer




8 Mei 2010

Konfigurasi RIPv2 menggunakan Cisco Packet Tracer

setelah cukup lama tidak menulis lagi dikarenakan banyak yang harus diurus setelah menghadapi UN dan UAS, baru ada lagi nih waktu kosong untuk menulis-nulis lagi, hehehe .. jadinya curhat :D

nah untuk posting kali ini saya akan membahas tentang routing, dan seperti biasa saya menggunakan Cisco Packet Tracer untuk memudahkan praktek.

Routing di bagi menjadi 2 tipe, yaitu routing static dan routing dynamic. Untuk melihat penjelasan dan konfigurasi routing static dapat dilihat dari blog adik kelas saya dan blog guru saya. protokol-protokol routing pada routing dynamic ada banyak jenis : RIP, RIPv2, OSPF, EIGRP, IGRP, BGP, dan lain-lain
untuk penjelasan setiap routing protokol mungkin akan saya bahas pada posting berikutnya

Posting kali ini saya akan menjelaskan tentang RIP atau Routing Information Protocol, RIP menggunakan hop count sebagai routing metric dan maksimum hop count adalah 15 hop count, maksudnya ?
RIP membatasi banyaknya hop ke setiap router sebayanyak 15 hop, jika melebihi dari itu RIP tidak bisa meneruskan paket lagi dan paket akan di buang.















sekian untuk penjelasan singkat nya, saya akan menjelaskan konfigurasi RIP dengan menggunakan topologi seperti diatas

13 Apr 2010

IPv4 : VLSM

Pada posting sebelumnya saya sudah membahas tentang subnetting, nahh sekarang saya akan sharing apa yang saya sudah pelajari saat mengikut kelas CCNA Discovery tentang VLSM.

VLSM ( Variable Length Subnet Mask ) dari kepanjangannya kita sudah dapat menafsirkan, subnet mask yang memiliki rentang yang bervariabel/berbeda-beda

"apa maksud dari subnet mask yang memiliki rentang yang bervariabel/berbeda-beda ?"
pada posting sebelumnya, kita sudah belajar cara menghitung subnet, ya kan ? dan setiap subnet yang sudah kita buat memiliki rentang ip yang sama, ya tidak ? ( kaloo lupaa, ayoo buka lagi posting sebelumnya :D )
Nah ! kalo menggunakan VLSM, kita bisa mendapatkan subnet mask yang memiliki rentang yang berbeda-beda

" kapankah kita menggunakan teknik VLSM ? " ketika anda bekerja di salah satu perusahaan besar memiliki beberapa bagian dan di setiap bagian tersebut terdapat jumlah komputer yang BERBEDA-BEDA, ok ?

VLSM ini juga tidak terlalu boros IP, bayangkan jika ada perusahaan besar, misal bagian 1 ada 500 PC ( mungkin ga perusahaan ada 500 pc ? :p ) dan bagian 2 ada 250 PC dan harus saling berkomunikasi, jika kita menggunakan teknik subneting biasa, kita akan mengalami pemborosan beratus-ratus IP untuk bagian ke 2

Nah ! disini lah VLSM dapat mengefesiensikan penggunaan IP .

sekian penjelasannya, saya akan menjelaskan menghitung subnet menggunakan teknik VLSM.

11 Apr 2010

IPv4 : Subnetting

Nah ! posting sebelumnya saya sudah menjelaskan konversi dari biner ke desimal dan sebaliknya
sekarang saya akan menjelaskan tentang subnetting. Tapi, saya akan menjelaskan tentang Subnet Mask telebih dahulu.


Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

masihh aja ngutip dari Wikipedia . hehehhe . :D

kadang kalo kita mengkonfigurasi IP address di Windows XP, ada kolom IP address, kolom Subnet Mask, dan kolom Gateway, ya kan ?

secara otomatis kolom Subnet Mask akan terisi sendiri dengan 255.255.255.0 ( tidak perlu saya jelaskan lagi konversi biner ke desimal )

misalkan :
IP address 192.168.1.200
Subnet Mask : 255.255.255.0

dari kutipan Wikipedia tentang Subnet Mask, adalah membedakan Network ID dan Host ID


192.168.1.200 = 11000000.10101000.00000001.11001000
255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000

(bit 1 pada Subnet Mask menandakan Network ID )
(bit 0 pada Subnet Mask menandakan Host ID )

jadi 192.168.1.200, Network ID nya 192.168.1 lalu Host ID ny 200
mengerti sampai disni ?

lalu untuk Subnet Mask, dapat dituliskan /24 atau prefix, jadi 192.168.1.200/24
" apa itu /24 ? "
/24 adalah banyak nya bit 1 pada biner nya. coba saja hitung bit 1 pada biner nya 255.255.255.0





IPv4 : konversi dari desimal ke biner dan sebaliknya

IPv4

dikarenakan sayaa akan mengulas tentang routing untuk beberapa posting kedepannya, untuk itu saya akan menjelaskan tentang mengkonversi biner ke desimal dan sebaliknya. biar nanti untuk penjelasan subnetting ngga bingung lagii. hehhehhe .. :D

"Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6."

ngutip dari wikipedia, hehehhe ..


10 Apr 2010

Konfigurasi VLAN - ACL menggunakan Cisco Packet Tracer

Pengembangan dari VLAN

















masih ingat dengan skema jaringan diatas ? . bagi yang belum melihat posting saya, silahkan bukaa posting tersebut.

Nah ! kali ini saya akan melakukan pengembangan pada skema jaringan VLAN diatas, yaitu dengan menambahkan ACL.

"apaan tuh ACL ? " ehemmm ..
ACL atau Access List Sebuah daftar yang disimpan oleh router Cisco untuk mengendalikan akses ke atau dari router terhadap beberapa layanan yang tersedia (misalnya, untuk membatasi agar paket dengan alamat IP tertentu supaya tidak meninggalkan suatu interface pada server jaringan)

mengerti ? jadi ACL ini seperti daftar peraturan atau semacamnya, nah di peraturan ini ada beberapa list yang berfungsi untuk filterisasi
contoh nya : dulu waktu saya mau daftar ke SMK N 3 Bogor ( jadi curhat :p )  jurusan TKJ ( Teknik Komputer Jaringan ), ada syarat masuknya, yaitu tinggi siswa yang akan daftar untuk perempuan 150 cm dan untuk laki-laki 155 cm. Nah ! jadi  siswa/i yang tinggi badannya kurang dari yang disyaratkan maka tidak bisa mendaftar masuk ke jurusan TKJ SMK 3 Bogor, untung tinggi saya 170 cm, jadi bisa masuk jurusan TKJ . hehehhe

ACL ini konsep kerjanya sama dengan syarat tinggi untuk masuk ke jurusan TKJ SMK 3 Bogor, Filterisasi
ACL ini akan memfilter paket-paket data yang tidak memenuhi syarat yang sudah ditetapkan,
ACL ini ada banyaaak variannya, Timed-ACL, Named ACL, Standard ACL, Extended ACL dan lain-lain

9 Apr 2010

Konfigurasi VLAN - VTP menggunakan Cisco Packet Tracer

VTP (VLAN Trunk Protocol) adalah Cisco proprietary Layer 2 protocol yang mengatur penambahan, pengurangan, dan penamaan dari VLAN, jadi ketika ada VLAN baru yang dikonfigurasi pada salah satu VTP Server, VLAN tersebut akan langsung didistribusikan melalui trunk link ke semua switch yang terhubung dengan VTP Server.

Keuntungan dari VTP ini adalah, kita tidak perlu mengkonfigurasi VLAN pada setiap switch, hanya tinggal meng-assign port-port masuk ke VLAN, jadi kita bisa menghemat waktu konfigurasi, hehe

Nah ! langsung saja saya menjelaskan bagaimana cara mengkonfigurasi VTP pada Switch Cisco.




















7 Apr 2010

Konfigurasi VLAN menggunakan Cisco Packet Tracer

"Virtual LAN atau disingkat dengan VLAN. Di dalam switch LAN, suatu fitur yang menggunakan standar 802.1Q. Fitur pada switch LAN ini, suatu port berjalan jika jika ada yang menuju segmen yang sama. Istilah lainnya pada fitur ini adalah V Segmen atau virtual segmen. Suatu device atau user yang pertukaran informasinya cukup banyak, biasa menempatkan informasinya pada segmen yang sama. Tujuannya adalah agar membantu operasi switch LAN berjalan dengan efisien, dengan cara memelihara isi informasi dari suatu trafik dengan port yang spesifik. Konsep utama dari VLAN ini adalah dengan cara menempatkan data berdasarkan penempatan port."

fitur VLAN terdapat pada Switch yang Manageable contoh : Switch Cisco Catalyst
VLAN ini berfungsi untuk mengelompokan/mengsegmentasi suatu jaringan menjadi lebih kecil untuk mengurangi beban kerja Switch tersebut

Nah ! pada kali ini kita akan mencoba mengkonfigurasi VLAN menggunakan Aplikasi Cisco Packet

kita akan menggunakan 1 buah Router yang dimana interface pada Router ini akan disubinterfacekan,

"kenapa harus menggunakan Router ? "
karena IP Network pada setiap VLAN berbeda, maka untuk menghubungkannya,kita membutuhkan sebuah Router.

"kenapa harus disubinterface ? "
jika diimplementasi kan pada nyatanya, harga sebuah interface tersebut MAHAL sekali, maka dari itu fungsi subinterface adalah membagi sebuah interface menjadi beberapa subinterface hanya dengan 1 buah interface fisik saja.















Skema Jaringan VLAN pada Cisco Packet Tracer