13 Apr 2010

IPv4 : VLSM

Pada posting sebelumnya saya sudah membahas tentang subnetting, nahh sekarang saya akan sharing apa yang saya sudah pelajari saat mengikut kelas CCNA Discovery tentang VLSM.

VLSM ( Variable Length Subnet Mask ) dari kepanjangannya kita sudah dapat menafsirkan, subnet mask yang memiliki rentang yang bervariabel/berbeda-beda

"apa maksud dari subnet mask yang memiliki rentang yang bervariabel/berbeda-beda ?"
pada posting sebelumnya, kita sudah belajar cara menghitung subnet, ya kan ? dan setiap subnet yang sudah kita buat memiliki rentang ip yang sama, ya tidak ? ( kaloo lupaa, ayoo buka lagi posting sebelumnya :D )
Nah ! kalo menggunakan VLSM, kita bisa mendapatkan subnet mask yang memiliki rentang yang berbeda-beda

" kapankah kita menggunakan teknik VLSM ? " ketika anda bekerja di salah satu perusahaan besar memiliki beberapa bagian dan di setiap bagian tersebut terdapat jumlah komputer yang BERBEDA-BEDA, ok ?

VLSM ini juga tidak terlalu boros IP, bayangkan jika ada perusahaan besar, misal bagian 1 ada 500 PC ( mungkin ga perusahaan ada 500 pc ? :p ) dan bagian 2 ada 250 PC dan harus saling berkomunikasi, jika kita menggunakan teknik subneting biasa, kita akan mengalami pemborosan beratus-ratus IP untuk bagian ke 2

Nah ! disini lah VLSM dapat mengefesiensikan penggunaan IP .

sekian penjelasannya, saya akan menjelaskan menghitung subnet menggunakan teknik VLSM.


anda bekerja di suatu perusahaan mid-size yang memiliki beberapa divisi, Akutansi = 50 PC , Manager = 25 PC, dan Karyawan = 100 PC. anda ditugaskan untuk membagi satu IP network untuk mencukupi kebutuhan IP setiap divisi

IP Network : 192.168.2.0/24

(untuk menghitung menggunakan VLSM, kita memulai dari divisi yang membutuhkan IP yang paling besar, yaitu Karyawan 100 PC )

- Divisi Karyawan = 100 PC
2 pangkat 7 = 128 - 2 = 126 > 100 PC

alamat Network yang didapat :
192.168.2.0/25 - > kita gunakan untuk Divisi Karyawan
192.168.2.128/25
192.168.3.0/25

(Nah ! kita menggunakan network selanjutnya yaitu 192.168.2.128/25 untuk divisi yang membutuhkan IP terbesar ke-2 yaitu divisi Akutansi)

- Divisi Akutansi = 50 PC
2 pangkat 6 = 64 - 2 = 62 > 50 PC

alamat Network yang didapat :
192.168.2.128/26 - > kita gunakan untuk Divisi Akutansi
192.168.2.192/26
192.168.3.0/26

(Nah ! kita menggunakan network selanjutnya yaitu 192.168.2.192/26 untuk divisi yang membutuhkan IP terbesar ke-3 yaitu divisi Manager)

- Divisi Manager = 25 PC
2 pangkat 5 = 32 - 2 = 30 > 25 PC

alamat Network yang didapat :
192.168.2.192/27 - > kita gunakan untuk Divisi Manager
192.168.2.224/27

Jadi skema IP yang didapat:
Karyawan :
Net : 192.168.2.0/25 Subnet Mask : 255.255.255.128 Rentang IP : 192.168.2.1 - 126 Broadcast : 192.168.2.127

Akutansi :
Net : 192.168.2.128/26 Subnet Mask : 255.255.255.192 Rentang IP : 192.168.2.129 - 190 Broadcast : 192.168.2.191

Manager :
Net : 192.168.2.192/27 Subnet Mask : 255.255.255.224 Rentang IP : 192.168.2.193 - 222 Broadcast : 192.168.2.223

Mengerti sampai disini ?
" kenapaa setiap divisi memiliki mask yang berbeda-beda ? "
tentu saja, inget ! diatas tadi kita sudah menghitung setiap divisi dan pada saat menghitung banyak nya host, perpangkatannya semakin kecil, ya kan ?

- Divisi Karyawan = 100 PC
2 pangkat 7 = 128 - 2 = 126 > 100 PC maka bit untuk network ada 25 atau /25

- Divisi Akutansi = 50 PC
2 pangkat 6 = 64 - 2 = 62 > 50 PC maka bit untuk network ada 26 atau /26

- Divisi Manager = 25 PC
2 pangkat 5 = 32 - 2 = 30 > 25 PC maka bit untuk network ada 27 atau /27

sudah mengerti ?
:D .. bagi yang masih bingung untuk menghitung menggunakan VLSM, anda dapat bertanya melalui komentar atau YM : bogor_pdn

dan satu lagi, posting ini saya hanya menjelaskan CARA menghitungnya, bukan cara untuk diimplementasikan ke dunia nyatanya, karena akan membutuhkan router untuk menghubung network-network tersebut, ok ?

Semoga membantu dan Selamat Mencoba . :)

1 komentar:

  1. kalo ip awal 172.168.11.0/16
    ada6 host : 500,250,125,100,70,20
    dan antar router ada 2 host dan ada 6 router jadinya gimana ya gan???

    BalasHapus